Oleh: Arinazfa

 

Langit hanyutkan lapisan tanah

Seketika lembah jadi plato

Tak ada lagi pengikat tanah, ambyar

Gas hanya bergumam di udara, terus saja lepas landas

Bumi kacau balau, detaknya tak lagi terdengar

 

Paru-paru bumi, kembalilah, jantung mu nyaris terhenti

Sudah lama hutan diterkam oleh cakar beton, sedikitpun tak bersisa

Pepohonan dipenggal oleh gergaji, bising suaranya menimbun derita

Kanopi hutan menjelma menjadi atap gedung

Tak ada lagi mitologi biodiversitas yang merangkul kisah si Kancil

Pelestarian hanya dianggap embusan angin yang sejenak lenyap

 

Ilalang kering pun menitikkan air tangis, sembari berucap lirih, ekornya berkibas oleh angin:

Pohon, semak, perdu, rumput, kembalilah…

Bumi butuh kalian, temani aku…

Tolong jangan pergi,

Hijau kalian berarti bagi daratan

Jangan biarkan aku bernostalgia tak bertepi…

 

Kulon Progo, 2019

 

Interpretasi:

Saat ini dunia tengah mengalami krisis global yakni pemanasan global (Global Warming). Salah satu penyebabnya adalah peningkatan gas rumah kaca seperti, CO2 (Karbon Dioksida), NO2 (Nitrogen Dioksida), SO2 (Sulfur Dioksida) CH3 (Metana), CFC (Cloro Fluoro Carbon), dan lain-lain. Penumpukan gas-gas ini akan memerangkap panas matahari yang seharusnya bisa dipantulkan kembali ke angkasa menjadi tertahan di atmosfer bumi. Akibatnya, terjadi peningkatan suhu rata-rata di bumi.

 

Lambat laun, akan terjadi perubahan iklim dan terganggunya keseimbangan alam.  Pencairan es di kutub akan menyebabkan naiknya permukaan air laut sehingga menenggelamkan pulau-pulau kecil. Peningkatan suhu air laut dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang yang padahal terumbu karang sangat berperan penting dalam menjaga ekosistem lautan.

 

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (41)
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S. Ar-Rum (30) : 41).
Pemanasan global, tidak lain adalah akibat dari perbuatan manusia. Penggunaan mesin industri dan bahan bakar fosil berperan besar dalam terjadinya pemanasan global. Siklus yang berulang terus dilakukan oleh manusia dengan alasan pemenuhan kebutuhan hidup.
Pemanasan global memang sudah terjadi dan tidak bisa dihilangkan dalam jangka waktu singkat. Hal sederhana seperti berjalan kaki pun menjadi hal yang luar biasa jika bisa dilakukan terutama saat bepergian jarak dekat seperti ke warung, masjid dan lain-lain. Selain menghemat bahan bakar fosil, juga menyehatkan dan memperkuat otot kaki.
Di samping itu, hal yang harus dilakukan sebagai kontribusi bagi bumi adalah melaksanakan reboisasi. Menanami lahan-lahan kosong dengan pepohonan. Bahkan meskipun tidak memiliki lahan, bisa dengan media lain seperti menanam tanpa medium tanah ataupun menggunakan pot-pot. Tanaman benar-benar jangan sampai tercabut, kalaupun tercabut segera diganti dengan yang baru. Kalau bukan dari tanaman yang menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen, dari mana kita bisa menghirup oksigen.
Kita memang tidak bisa mengubah apapun yang sudah terjadi. Bagi ozon pun, untuk bisa pulih butuh puluhan tahun. Namun, bukan berarti kita hanya tinggal diam, harus mengusahakan apapun agar tidak memperparah kondisi. Setidaknya dengan niat menjaga buminya Allah, tempat para makhluk hidup melangsungkan kehidupannya.